domba untuk aqiqah berkualitas tinggi
Juni 9, 2026 Oleh Anthony Howard Off

Tren 2026 Aqiqah Pakai Domba Makin Dilirik di Perkotaan, Dagingnya Lebih Empuk, Minim Bau Prengus & Cepat Matang, Tapi Perhatikan Harga & Ukurannya

domba untuk aqiqah menjadi pilihan yang semakin populer di kalangan keluarga urban pada tahun 2026. Tren ini bergeser dari kambing yang selama ini menjadi primadona, karena daging domba dianggap lebih empuk dan minim bau prengus. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif mengenai domba untuk aqiqah, mulai dari perbandingan dengan kambing, hukum syariat, harga, hingga tips memilih dan mengolah berdasarkan panduan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan data pasar terkini.

1. Perbedaan Fisik domba untuk aqiqah dengan Kambing

Secara fisik, kambing memiliki tubuh yang lebih ramping dengan bulu pendek dan perilaku yang lebih mandiri serta aktif. Sementara domba memiliki tubuh yang lebih gemuk dengan bulu tebal mirip wol dan perilaku yang lebih jinak serta suka bergerombol.

Perbedaan paling signifikan untuk keperluan aqiqah terletak pada kualitas dagingnya. Daging kambing memiliki aroma prengus yang lebih kuat dengan tekstur yang sedikit keras. Sebaliknya, daging domba lebih empuk dan aromanya lebih ringan sehingga lebih disukai banyak orang.

Perbedaan lain yang penting adalah syarat usia minimal. Untuk aqiqah, syarat minimal domba adalah 6 bulan, sedangkan kambing membutuhkan usia minimal 1 tahun penuh. Hal ini mempengaruhi ketersediaan dan harga di pasaran.

2. Alasan Tren domba untuk aqiqah Meningkat

Faktor utama yang membuat domba untuk aqiqah semakin diminati adalah tekstur dagingnya yang lebih empuk dan minim bau prengus. Banyak masyarakat urban yang sensitif terhadap aroma prengus khas kambing, sehingga daging domba menjadi alternatif yang lebih tepat.

Usia minimal yang lebih muda juga menjadi keunggulan domba. Dengan hanya membutuhkan 6 bulan, proses pemeliharaan lebih cepat dan harga menjadi lebih terjangkau. Di pasaran, domba dengan bobot 20 hingga 25 kilogram dapat diperoleh dengan kisaran harga Rp2,5 juta hingga Rp3 juta.

Pengetahuan masyarakat yang semakin baik juga berkontribusi pada tren ini. Masyarakat urban kini memahami bahwa domba lebih cocok untuk diambil dagingnya, sementara kambing jawa lebih cocok untuk produksi susu. Di Yogyakarta misalnya, peternak melaporkan bahwa masyarakat lebih berminat pada domba karena harga lebih kompetitif dan dagingnya relatif lebih banyak.

3. Hukum Syariat domba untuk aqiqah

Para ulama sepakat bahwa aqiqah boleh dilakukan dengan kambing atau domba. Bahkan Imam Malik berpendapat bahwa domba lebih utama karena dagingnya lebih bagus dan lezat. Syaratnya adalah domba harus memenuhi kriteria syariat yaitu usia minimal 6 bulan, sehat, dan tidak cacat.

Domba juga harus disembelih dengan cara yang benar oleh seorang muslim. Secara sekilas kambing dan domba memang mirip, sehingga banyak ulama yang menyarankan bahwa penggunaan domba tetap dianggap sah secara syariat.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa tidak ada perbedaan mendasar antara kambing dan domba dalam hal keabsahan aqiqah. Yang terpenting adalah hewan tersebut memenuhi syarat sah sesuai ketentuan syariat Islam.

Baca juga: harga paket aqiqah jakarta 2026

4. Perbandingan Harga domba untuk aqiqah dengan Kambing

Perbandingan harga menunjukkan bahwa domba untuk aqiqah seringkali lebih kompetitif. Kambing dengan usia minimal 1 tahun dan bobot 23 hingga 25 kilogram dimulai dari harga Rp2,8 juta. Sementara domba dengan bobot 18 hingga 25 kilogram tersedia mulai Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta.

Untuk kategori premium, domba dengan bobot 30 hingga 33 kilogram dihargai sekitar Rp3,1 juta. Harga ini bisa berubah tergantung daerah dan musim, namun secara umum domba menawarkan nilai yang lebih baik untuk ukuran dan kualitas daging yang dihasilkan.

Faktor ketersediaan juga mempengaruhi harga. Karena domba dapat dipanen pada usia 6 bulan, pasokan di pasaran lebih stabil dibandingkan kambing yang membutuhkan waktu 1 tahun untuk mencapai usia aqiqah.

5. Tips Memilih domba untuk aqiqah yang Sehat

Untuk memastikan ibadah berjalan lancar, domba yang dipilih harus memenuhi syarat kesehatan dan usia. Cara mengecek usia adalah dengan melihat gigi, di mana domba yang sudah cukup umur minimal 6 bulan biasanya sudah memiliki sepasang gigi seri depan yang tetap.

Ciri-ciri domba yang sehat meliputi mata yang cerah dan bersih tidak berair, hidung yang lembap tanpa lendir berlebihan, aktif bergerak, dan memiliki nafsu makan yang baik. Bulu juga harus bersih dan tidak kusam sebagai indikator kesehatan yang optimal.

Hindari domba dengan cacat fisik seperti buta, pincang, patah tanduk, putus ekor, atau terlalu kurus. Hewan dengan kondisi tersebut tidak sah untuk digunakan dalam ibadah aqiqah menurut ketentuan syariat.

6. Tips Mengolah domba untuk aqiqah

Untuk menghilangkan bau prengus, lumuri daging dengan air jeruk nipis atau parutan nanas muda selama 10 hingga 15 menit sebelum dimasak, lalu bilas bersih. Enzim bromelain dari nanas akan memecah protein dan membuat daging lebih empuk secara alami.

Setelah dihilangkan baunya, marinasi daging dengan bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan sedikit gula merah. Diamkan minimal 1 jam agar bumbu meresap sempurna ke dalam serat daging.

Untuk sate, pilih bagian yang paling empuk seperti paha belakang, has dalam, atau punggung. Bagian ini memiliki tekstur yang lembut, tidak terlalu berlemak, dan mudah matang merata saat dipanggang.

7. Kesimpulan domba untuk aqiqah

Tren aqiqah menggunakan domba di perkotaan bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan pilihan yang lebih praktis, ekonomis, dan menghasilkan daging berkualitas. Dengan tekstur yang lebih empuk, aroma yang lebih ringan, dan harga yang kompetitif, domba menjadi alternatif yang sangat layak dipertimbangkan.

domba untuk aqiqah memberikan solusi bagi keluarga yang menginginkan hidangan berkualitas untuk tamu undangan tanpa khawatir tentang bau prengus yang mengganggu. Fleksibilitas usia minimal 6 bulan juga memudahkan dalam memperoleh hewan yang sesuai dengan anggaran.

Dengan memahami perbedaan, hukum syariat, dan tips memilih yang tepat, keluarga dapat menjalankan ibadah aqiqah dengan lebih optimal. Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus memberikan panduan yang jelas agar setiap muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan benar dan penuh keberkahan. Pilihan antara kambing dan domba pada akhirnya kembali pada preferensi keluarga, kebutuhan, dan ketersediaan di daerah masing-masing.