Ketentuan Akikah: Panduan dan Maknanya dalam Islam

Ketentuan Akikah: Panduan dan Maknanya dalam Islam

Akikah merupakan salah satu ibadah sunnah dalam Islam yang memiliki makna mendalam, baik secara spiritual maupun sosial. Akikah adalah penyembelihan hewan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Meskipun bukan kewajiban, akikah memiliki banyak manfaat dan keutamaan, baik bagi anak yang baru lahir, orang tua, maupun masyarakat sekitar. Dalam artikel ini, kita akan membahas ketentuan dan panduan pelaksanaan akikah serta makna yang terkandung dalam ibadah ini.

1. Pengertian Akikah

Secara bahasa, akikah berasal dari kata Arab “عقيقة” (Aqiqah), yang berarti pemotongan atau penyembelihan hewan. Dalam istilah syar’i, akikah adalah penyembelihan hewan tertentu, biasanya kambing atau domba, yang dilakukan untuk menyambut kelahiran anak. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas anugerah kehidupan, serta untuk mendoakan kebaikan dan keberkahan bagi sang anak.

2. Ketentuan Pelaksanaan Akikah

Pelaksanaan akikah memiliki beberapa ketentuan yang harus dipatuhi, di antaranya:

a. Waktu Pelaksanaan

Akikah disunahkan untuk dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Jika tidak memungkinkan, akikah bisa dilakukan pada hari ke-14, ke-21, atau pada waktu yang lebih lama setelah itu. Meskipun demikian, semakin cepat dilakukan, semakin baik, karena hal ini sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW.

b. Hewan yang Disembelih

Hewan yang digunakan untuk akikah adalah kambing atau domba, dengan ketentuan:

  • Anak laki-laki: Disembelih dua ekor kambing atau domba.
  • Anak perempuan: Disembelih satu ekor kambing atau domba. Hewan akikah harus memenuhi syarat, seperti sehat dan tidak cacat. Selain itu, usia hewan yang disembelih juga harus cukup, yaitu minimal berusia satu tahun untuk kambing atau domba.

c. Bagi yang Mampu

Akikah merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan bagi orang tua yang mampu secara finansial. Meskipun demikian, jika orang tua tidak mampu, akikah tidak diwajibkan. Islam memberikan kelonggaran bagi mereka yang tidak mampu melakukan akikah agar tetap bisa mendidik anak mereka dengan baik tanpa terbebani oleh kewajiban tersebut.

d. Cara Penyembelihan

Penyembelihan hewan akikah harus dilakukan sesuai dengan aturan syariat Islam, yaitu dengan cara yang halal, dilakukan oleh orang yang berkompeten, dan dengan menyebut nama Allah (Bismillah) dan mengucapkan takbir (Allahu Akbar) saat pemotongan hewan.

e. Pembagian Daging Akikah

Daging dari hewan akikah sebaiknya dibagikan kepada orang lain, baik itu keluarga, tetangga, maupun orang yang membutuhkan. Sebagian daging juga bisa dikonsumsi oleh keluarga yang menyelenggarakan akikah, namun lebih dianjurkan untuk membagikan sebagian besar daging tersebut sebagai bentuk sedekah.

3. Makna Akikah dalam Islam

Akikah memiliki beberapa makna penting yang mendalam, di antaranya:

a. Rasa Syukur kepada Allah SWT

Akikah adalah bentuk ungkapan rasa syukur orang tua atas kelahiran anak yang merupakan anugerah dari Allah SWT. Penyembelihan hewan sebagai bentuk rasa syukur ini menunjukkan bahwa setiap nikmat yang diberikan Allah harus disyukuri dengan baik dan dengan cara yang sesuai dengan ajaran agama.

b. Doa untuk Kebaikan Anak

Akikah juga memiliki makna doa untuk keberkahan hidup anak yang baru lahir. Melalui akikah, orang tua memohon kepada Allah SWT agar anak tersebut diberi kehidupan yang baik, dijauhkan dari bahaya, serta diberikan kesehatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

c. Memberikan Kesejahteraan Sosial

Selain aspek spiritual, akikah juga memiliki dimensi sosial yang penting. Dengan membagikan daging akikah kepada orang lain, orang tua mengajarkan anak mereka tentang pentingnya berbagi dan membantu sesama. Ini juga membantu menciptakan rasa saling peduli dan kebersamaan di tengah masyarakat.

d. Menghapuskan Potensi Kesesatan

Menurut beberapa pendapat ulama, akikah juga memiliki makna untuk menghapuskan potensi keburukan atau kesesatan yang bisa menimpa seorang anak. Dalam hadits disebutkan bahwa akikah berfungsi untuk melindungi anak dari potensi buruk yang bisa mengganggu pertumbuhannya.

4. Hukum Akikah

Dalam Islam, hukum akikah adalah sunnah mu’akkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), terutama bagi orang tua yang mampu secara finansial. Meskipun bukan kewajiban, melaksanakan akikah adalah amalan yang sangat dianjurkan sebagai bentuk rasa syukur dan doa untuk anak. Apabila orang tua tidak mampu melakukan akikah, maka ibadah ini tidak wajib dilaksanakan, namun tetap dianjurkan untuk dilaksanakan jika ada kemampuan.

5. Kesimpulan

Akikah adalah ibadah sunnah yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan seorang Muslim. Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran anak, akikah juga menjadi sarana untuk mendoakan kebaikan dan keberkahan bagi anak tersebut, sekaligus sebagai bentuk sedekah kepada sesama. Dengan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam, pelaksanaan akikah menjadi sebuah amalan yang penuh makna baik secara spiritual maupun sosial.